Jofafest 5 Powered by Tabooo
Jofafest 5 in 2025 is a strategic collaboration space between Jogja Film Academy (JFA) and PT Tabooo Network Indonesia. In this event, Tabooo is the main sponsor, supporting the festival's reach in terms of publication, digital exposure, and strengthening creative narratives.
This collaboration is not just event support, but part of an effort to build a more open ecosystem for filmmaking and creativity. Through the involvement of Tabooo Network Indonesia, Jofafest 5 gains broader reach to cross-platform audiences and enriches the festival's perspectives.
For Tabooo, this partnership is part of a movement to open space for bold, original ideas relevant to today's visual culture. Jofafest 5 becomes a meeting point for film education, creative communities, visual production, and the courage to present works that are not only watched but also discussed.
Surakarta 90s Sunset Auto Meet
PT Tabooo Network Indonesia is the main sponsor for the Surakarta 90s Sunset Auto Meet 2025 at Cafe Legi Pait, Mangkunegaraan area, Surakarta. This event brings together classic, retro, 90s, and modern car enthusiasts in a warm, friendly, and nostalgic atmosphere.
Organized by the Surakarta Nineties automotive community, this event is not just a car gathering, but a celebration of passion, automotive culture, and intergenerational friendships. The concept of “In One Perfect Afternoon Meet” comes alive through a fluid atmosphere, without barriers of age, background, or community origin. Participants share a common language: a love for cars and the stories behind every engine.
PT Tabooo Network Indonesia's support for this event is part of the company's commitment to opening space for community creativity, especially organic youth movements. The presence of various classic car communities from outside Solo emphasizes that automotive culture is not an exclusive space, but a shared space connecting history, identity, creativity, and togetherness.
Short Film: Unseen, Unannounced
“Unseen, Unannounced” adalah debut film pendek karya Tabooo Pictures yang mengangkat kehidupan masyarakat di Kelurahan Winongo, Kota Madiun.
Film ini lahir dari pembacaan realitas yang dekat, sunyi, dan sering tidak dianggap sebagai cerita besar, seperti kehidupan warga, sampah, sistem, dan rutinitas yang berjalan di ruang sehari-hari.
Sebagai proyek film pendek pertama, “Unseen, Unannounced” menjadi langkah penting bagi Tabooo Pictures dalam menerjemahkan narasi sosial menjadi karya visual. Film ini tidak hanya mengejar bentuk sinematik, tetapi juga berusaha menangkap hal-hal yang sering luput dari perhatian publik. Ia berbicara tentang manusia yang hidup di tengah sistem, tentang kebiasaan yang tampak biasa, dan tentang realitas kecil yang sebenarnya menyimpan makna besar.
Pencapaian film ini semakin kuat ketika berhasil masuk nominasi Official Selection dalam Lift-Off Global Network Sessions 2026. Bagi Tabooo Pictures, capaian ini bukan sekadar label festival internasional. Ini adalah bukti bahwa cerita lokal, jika dibaca dengan jujur dan dibentuk dengan sudut pandang yang kuat, dapat menembus ruang yang lebih luas tanpa kehilangan akar realitasnya.
Tabooo Cinema Lab - Kota Madiun
PT Tabooo Network Indonesia melalui Tabooo Pictures menghadirkan Tabooo Cinema Lab, sebuah Workshop Pembuatan Film Dokumenter di Kota Madiun, Senin-Selasa (6-7 Juli 2026). Program ini merupakan bagian dari upaya membaca, merekam, dan mengolah realitas budaya menjadi narasi visual yang bermakna.
Melalui workshop ini, peserta diajak mengamati lingkungan, menemukan cerita, melakukan wawancara, menyusun sudut pandang, dan menerjemahkan realitas masyarakat ke dalam film dokumenter. Melalui Tabooo Cinema Lab, Tabooo berusaha mengajak masyarakat untuk mulai membangun kesadaran bahwa setiap panggung, seremoni, dan tradisi perlu direkam agar tidak hilang setelah tepuk tangan mereda.
Workshop ini dipandu oleh Wahyu Utami, filmmaker sekaligus dosen Jogja Film Academy. Dengan pengalaman di bidang produksi dan pendidikan film, peserta mendapatkan pemahaman tentang dasar-dasar dokumenter, pengamatan realitas, pengembangan cerita, serta tanggung jawab pembuat film dalam merepresentasikan masyarakat. Bagi Tabooo, program ini menjadi bentuk nyata dari kerja budaya, yakni menjaga cerita masyarakat agar dapat hidup lebih lama dari peristiwanya.
Bedah Buku “Banteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta``
PT Tabooo Network Indonesia melalui Tabooo Book Club menggelar kegiatan Bedah Buku “Banteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta” pada Selasa malam, 7 Juli 2026, di Kelurahan Winongo, Kota Madiun. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Tabooo Cultural Production yang menghadirkan literasi sebagai ruang untuk membaca sejarah, kekuasaan, identitas, dan hubungan masa lalu dengan realitas masyarakat hari ini.
Forum ini menghadirkan Akhlis Syamsal Qomar, penulis buku Banteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Diskusi juga diperkuat oleh Septian, sejarawan sekaligus Ketua Historia Van Madiun, yang membawa perspektif sejarah dan budaya lokal ke dalam pembahasan. Melalui pertemuan ini, buku tidak diperlakukan sebagai objek yang selesai setelah dibaca, tetapi sebagai pintu masuk untuk membongkar ingatan, membaca struktur kuasa, dan memahami warisan sejarah secara lebih hidup.
Bagi Tabooo Book Club, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca teks. Literasi adalah keberanian mempertanyakan narasi, memahami konteks, dan melihat bagaimana sejarah terus bekerja di dalam kehidupan masyarakat.




